Ajaran Islam Murni (AIM) Sesuai Al-Quran dan Hadits, berisi kumpulan artikel yang sudah kami baca dan terjamin keabsahan sumbernya.

Sunday, 14 August 2011

Lauhul Mahfudz Catatan Takdir

Semua takdir kita sudah ditulis rapih mulai dari tanggal kelahiran kita sampai detik kematian. Bahkan sampai nasib kita di akhirat nanti apakah akan beruntung masuk surga atau celaka tercebur neraka (wal'iyadzu billah).


Namun siapa sangka, dari 'lembar-lembar' catatan nasib kita di Lauhul Mahfudz ada beberapa ruang kerja yang memang dipersiapkan untuk kita sendiri untuk kita tulis apapun sesuka hati. Kita bebas 'berekspresi' menuliskan takdir kita sendiri di lembar kosong ini.


Tak hanya itu, saking Maha Pemurah lagi Bijaksananya Allah, takdir yang sebelumnya telah ditulis di sana (Lauhul Mahfudz) pun dapat kita rewrite. Coba kita cermati dhawuh-nya Rasulullah SAW ini:


قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَرُدُّ الْقَضَاءَ إِلَّا الدُّعَاءُ وَلَا يَزِيدُ فِي الْعُمْرِ إِلَّا الْبِرُّ. رواه الترمذي

"Tidak ada yang dapat menolak Qodlo' (ketentuan) Allah selain do'a. Dan tidak ada yang dapat menambah umur selain (perbuatan) baik." (HR Tirmidzi)



Dari situ kita akan tahu bahwa sebenarnya Qodlo' (ketentuan) Allah SWT itu memungkinkan untuk diubah sendiri oleh kita dengan doa, jatah umur pun yang sudah ditulis di Lauhul Mahfudz dapat dihapus kemudian ditulis ulang dengan perbuatan baik. Perbuatan baik ini bisa dalam bentuk shodaqoh, menebar kedamaian antar umat beragama, membantu lapangan pekerjaan bagi pengangguran dan masih banyak lagi perbuatan baik yang tentunya tidak mungkin saya tulis seluruhnya.


Dalam perkembaangan selanjutnya, implementasi beberapa orang dalam melakukan apa yang disebut berdoa untuk dapat mengubah Qodlo' tersebut bisa dibilang beragam antar satu orang dan lainnya. Ada yang dengan konsep lama dengan membaca doa-doa ma'tsuroh , ada yang membuat inovasi dengan beberapa trik khusus untuk 'memancing' perhatian Tuhan, dan ada pula yang menggabungkan antara keduanya.

Demikianlah, usahakan menulis lembar-lembar kosong dalam Lauhul Mahfudz tempat nasib kita tercatat, sebagai wujud doa dalam mengimplementasikan Sabda Nabi SAW tersebut di atas dengan harapan semoga ketentuan (qodlo') buruk darinya berubah menjadi baik dan yang baik menjadi semakin lebih baik. Amin..ajaranislammurni.blogspot.com