Ajaran Islam Murni (AIM) Sesuai Al-Quran dan Hadits, berisi artikel yang sudah kami baca dan terjamin keabsahan sumbernya.

Tuesday, 12 April 2011

Banyak Jalan Menuju Neraka

Banyak Jalan Menuju Neraka

- KH. Jalaluddin Rakhmat –

D

alam Surat Al-Mudatsir ayat 42-45, Al-Qur’an bercerita tentang perbincangan di antara para penghuni surga dan neraka pada Hari Kiamat. Sebelumnya, pada ayat 38-41 disebutkan: “Setiap diri akan tergadai oleh hasil usahanya kecuali kelompok-kelompok kanan. Mereka saling berbicara di surga, berkenaan dengan orang-orang yang berdosa.”

Para ahli surga bertanya kepada para pendosa, “Mâ salakakum fî saqar? Apa yang membawamu ke Neraka Saqar?” Kata salaka sebenarnya berarti menempuh perjalanan. Orang yang menempuhnya disebut sâlik, sedangkan perjalannya disebut suluk.

Dalam Tasawuf, istilah suluk khusus diperuntukkan untuk orang yang menempuh perjalanan mendekati Allah swt. Namun dalam ayat ini, Tuhan bercerita tentang suluk sebagai perjalanan yang membawa manusia kepada neraka. Jadi, terdapat dua macam suluk. Yang pertama, yang membawa kita ke surga. Contohnya terdapat dalam suatu hadits “Man salaka thâriqan yaltamisu fîhi ‘ilman, sahhalallâhu lahu thâriqan ilal jannah. Barang siapa yang meniti jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan masuk ke surga.” Adapun suluk yang kedua, ialah jalan yang menyebabkan kita masuk neraka.

Suluk apa yang kamu jalankan sehingga kamu masuk neraka?” Demikian ditanyakan para ahli surga. Penghuni neraka menjawab, “Qâlû lam naku minal mushallîn. Dulu kami tidak termasuk pada golongan orang-orang yang shalat. Wa lam naku nuth’imul miskîn. Dan kami tidak memberi makan orang miskin. Wa kunnâ nakhûdhu ma’al khâidhîn. Dan kami menggunjing bersama para penggunjing” (QS. Al-Mudatsir 42-45)

Dari ayat-ayat itu kita ketahui bahwa jalan-jalan yang membawa kita ke neraka di antaranya adalah sebagai berikut;

Meninggalkan Shalat

Menjama’ shalat bukan termasuk kepada melalaikan shalat. Yang dimaksud dengan meninggalkan shalat adalah orang-orang yang tidak mau melakukan jama’ sehingga ia kehilangan shalatnya. Yang dimaksud dengan melalaikan shalat pun bukan orang yang mengqadha shalat, melainkan orang yang tidak mau mengqadha shalat sehingga ia tidak melaksanakan shalat sama sekali.

Saya akan kemukakan satu hadits yang berkenaan dengan orang-orang yang meninggalkan shalat. Suatu hari, Sayyidah Fathimah as bertanya kepada Rasulullah saw, “Yâ Abâtah, apa yang akan didapatkan olehorang yang melecehkan shalatnya, menganggap enteng kepada shalatnya, baik laki-laki maupun perempuan?” Rasul bersabda, “Hai Fathimah, barang siapa yang melecehkan shalatnya menganggap enteng kepada shalatnya, baik laki-laki maupun perempuan, Tuhan akan menyiksanya dengan lima belas perkara. Enam perkara di dunia, tiga pada saat ia mati, tiga lagi pada waktu ia berada di kuburnya, dan tiga perkara pada Hari Kiamat, ketika ia keluar dari kuburnya.”

Enam siksaan yang diberikan di dunia adalah;

1. Allah akan menghilangkan berkah dari usianya

2. Allah akan menghapuskan berkah dari rezekinya

3. Wibawa orang shaleh pun akan dihilangkan dari wajahnya

4. Amal yang dikerjakannya tidak akan memperoleh pahala

5. Doanya tidak akan naik sampai ke langit

6. Ia tidak akan memperoleh bagian dalam doa orang-orang shaleh.

Para shâlihin selalu mendoakan Kaum Muslimin dan Muslimat. Semua orang kebagian doa mereka kecuali orang-orang yang tidak shalat. Jadi, shalat itu seperti halnya kupon dalam pembagian Sembako. Walaupun setiap orang berhak atas Sembako itu, orang yang tidak punya kupon tidak akan mendapatkannya.

Adapun tiga perkara yang akan menimpa orang yang meninggalkan shalat pada waktu ia mati adalah:

1. Dia akan mati dalam keadaan sangat terhina

Kita baca dalam beberapa hadits bahwa bila kita mati, Tuhan akan menyelenggarakan semacam Upacara Penerimaan di Alam Malakut. Ribuan malaikat dikirim untuk acara itu. Untuk orang-orang yang tidak shalat, Tuhan akan mengirim malaikat-malaikat yang berwajah sangat menakutkan.

Selain itu, Allah akan mencabut nyawanya seperti orang yang menyisir bulu domba yang basah. Beda halnya dengan orang mukmin yang shalat, ruhnya akan diambil begitu mudahnya seperti keluarnya air dari dalam cerek.

Dalam Upacara Penyambutan kematian orang fasik, ruhnya akan disimpan dalam kain yang amat buruk. Ruh itu menyebarkan bau yang sangat tidak sedap sehingga seluruh arwah dan malaikat bertanya-tanya, “Ruh siapakah itu?” Malaikat yang membawanya akan menjawab, “Inilah ruh Fulan Ibnu Fulan.” Dan disebutkanlah gelaran-gelaran buruk yang diperoleh orang fasik itu di dunia. Misalnya, “Oh, inilah Fulan si Tukang Mengadu Domba.”

Tapi apabila dia adalah seorang mukmin yang shaleh, ruhnya akan diletakkan dalam sebuah kain yang diambil dari surga. Ruh itu akan menyebarkan harum yang semerbak. Para arwah dan malaikat pun bertanya, “Ruh siapakah ini?”. Dijawab, “Inilah ruh Fulan Ibnu Fulan.” Dan disebutkanlah semua gelaran-gelaran baik yang pernah ia dapatkan di dunia. “Oh, inilah Fulan. Orang yang baik, dermawan, dan sabar.”

2. Dia akan mati dalam keadaan lapar

Pada saat ia menghadapi ajal, dia akan merasakan kelaparan yang sangat luar biasa.

3. Dia akan mati dalam keadaan dahaga

Orang yang meninggalkan shalat, sekalipun ia diberi minum dari seluruh sungai yang mengalir di dunia ini, rasa hausnya tidak akan hilang pada saat ia meninggal.

Sedangkan tiga siksaan yang akan menimpa dia di alam kuburnya ialah:

1. Tuhan akan menempatkan malaikat yang kerjanya hanya akan mengganggu dia. Membuat dia takut dan mengguncangkan badannya di alam kubur.

2. Kuburannya akan Tuhan sempitkan

3. Tuhan pun akan menjadikan kuburannya gelap

Adapun tiga perkara yang akan menyiksanya pada Hari Kiamat adalah:

1. Orang yang melalaikan shalat akan diseret wajahnya oleh para malaikat. Pada Hari Kiamat nanti, semua makhluk akan melihatnya.

2. Dia akan dihisab dengan hisaban yang berat

3. Allah tidak akan memperhatikan dia pada Hari Kiamat. Tidak akan diampuni dosa-dosanya dan baginya azab yang pedih.

Nabi saw bersabda, “Tidak ada yang membedakan muslim dengan kafir itu kecuali orang yang meninggalkan shalat fardhu dengan sengaja atau merendahkan dan melecehkan shalatnya.”

Tidak Memberikan Makanan kepada Orang-Orang Miskin

Jalan kedua untuk masuk neraka ialah dengan tidak membagikan makanan kepada fakir miskin. Bila ada orang Islam rajin memberi makan orang miskin tapi ia tidak shalat, maka ia akan masuk Neraka Saqar. Tapi bila ada orang Islam yang suka shalat tapi tidak pernah memberi makan orang miskin, dia pun akan masuk Neraka Saqar.

Lalu apa buktinya kalau orang yang suka shalat itu masuk Neraka justru karena shalatnya? Al-Qur’an menjawabnya dalam surat Al-Ma’un 4-6. “Celakalah orang-orang yang shalat. Yang lalai dalam shalatnya. Yaitu orang yang menjadikan shalat sebagai alat untuk memamerkan kesalehannya.” Shalat adalah alat paling efektif untuk memamerkan kesalehan dan menyembunyikan kesalahan.

Orang-orang yang bakhil mesti rajin shalatnya karena dia ingin menyembunyikan kebakhilannya itu. Menampakkan kesalehan dengan shalat ialah cara yang paling gampang, tidak perlu mengeluarkan uang.

Orang yang celaka shalatnya ialah orang yang riya shalatnya dan tidak mau memberikan pertolongan kepada orang miskin. Orang miskin adalah orang yang dizhalimi. Dalam Al-Qur’an amal yang paling sering disebut adalah memberi makan orang miskin. Amalan membangun mesjid malah tidak ada dalam AL-Qur’an. Bahkan ada pembangunan mesjid yang dikecam dalam Al-Qur’an, yaitu pembangunan Mesjid Dhirar.

Menggunjing Bersama Para Penggunjing

“Wa kunna nakhûdhu ma’al khâidhîn.” Itulah jawaban ahli neraka selanjutnya ketika ditanya jalan apa yang telah mereka tempuh sampai ke Neraka Saqar. Kata nakhûdhu artinya berbicara atau mengobrol sedangkan kata ma’al khâidzîn artinya bersama orang-orang yang mengobrol. Para ahli tafsir menjelaskan bahwa mengobrol dalam hal ini berarti mempergunjingkan orang lain, mengadu domba, mencemoohkan ayat-ayat Al-Qur’an -yang biasanya dilakukan oleh orang-orang munafik, menggunting dalam lipatan, menyakiti hati orang lain, atau menyebarkan desas-sesus.

Dosa yang meluruskan jalan kita ke Neraka Saqar ialah dengan melakukan obrolan-obrolan semacam ini. Di dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa kalau kita mendengar obrolan semacam itu. “Janganlah kamu duduk bersama mereka sampai obrolannya pindah kepada topik yang lain.” (QS. An-Nisâ 140) Jika Anda melakukan itu, walaupun Anda shalat dan memberi makan orang miskin, Anda tetap akan masuk Neraka Saqar.

Dari uraian di atas dapat kita tarik kesimpulan bahwa terdapat tiga tarekat atau suluk yang membawa kita ke neraka:

1. Meninggalkan shalat

2. Tidak memberi makan kepada orang miskin

3. Rajin menyebarkan desas desus, isu, dan mempergunjingkan orang lain.
www. ajaranislammurni.blogspot.com

No comments:

Post a Comment